Home » News » E Learning Bantu Dosen Meneliti

E Learning Bantu Dosen Meneliti

Metode pembelajaran e-learning diperlukan dalam dunia perkuliahan. Sebab efisiensi e-learning akan mempermudah dosen melakukan penelitian.

Ketua Panitia Wisuda 2016 President University Purwanto mengatakan, negara akan maju jika menguasai teknologi karena jika tidak bisa menguasai perkembangan teknologi maka kesempatan untuk maju akan hilang. Begitu pula dengan sistem pembelajaran di kampus. Mayoritas pertemuan antara dosen dan mahasiswa sudah tidak efisien lagi bagi keduanya. Terutama untuk dosen karena sibuk mengejar kuliah tatap muka sehingga tidak punya kesempatan untuk melakukan riset.

“Sebaiknya pembelajaran di kampus itu di mix antara tatap muka dengan e-learning. Jadi lebih efektif dan dosen pun mempunyai waktu lebih untuk melakukan penelitian,” katanya di sela wisuda President University di Cikarang, Senin (30/5).

Purwanto menjelaskan, belajar secara e-learning lebih efektif karena waktu belajar tidak terbatas waktu. Belajar bisa di mana saja, kapan saja dan interaksi antara dosen dan mahasiswa pun lebih aktif. Bagi mahasiswa bisa lebih fleksibel memilih jam belajar, ujarnya, sementara bagi dosen akan mempunyai waktu untuk melakukan penelitian. Improvisasi pada bahan Penelitian yang dilakukan juga lebih bagus karena waktu yang tersedia lebih banyak dan juga karena ada informasi yang bisa mudah diakses dosen.

Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristek Dikti) mencatat ada 120 ribu dosen di Indonesia. Tercatat ada 12-14 persen dosen yang bergelar doktor. Namun jumlah publikasi masih rendah yakni 4.500 hingga 5.500 karya yang berhasil dipublikasikan. Angka ini masih sangat rendah jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia yang berjumlah 250 jutaan jiwa.

Dia menjelaskan, pihaknya pada semester depan akan menerapkan e-learning. Semasa persiapan, President University pun akan mengirimkan dosen untuk menjalani pelatihan tentang e-learning ke Institut Teknologi Bandung (ITB). Pelatihan dosen akan mencakup pembuatan modul, silabus dan juga sistem teknologi e-learning terbaru.

“Jadi kami akan meninggalkan metode pengajaran konvensional agar kreativitas semakin terasah. Kami memilih belajar ke ITB karena kampus itu benchmark-nya di teknologi,” terangnya.

Sementara itu, Rektor President University Chandra Setiawan mengatakan, tahun ini kampusnya meluluskan 769 wisudawan. Di antaranya, ada 49 lulusan yang berasal dari Tiongkok, Vietnam, Korea Selatan, Afghanistan hingga Inggris.

“Hingga saat ini kami telah meluluskan sedikitnya 5.000 mahasiswa, yang seluruhnya diharapkan menjadi pemimpin masa depan di segala bidang dan memiliki karakter yang baik dan profesional,” ujar Setiawan.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/05/30/65/1401162/e-learning-bantu-dosen-meneliti

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *