Home » News » Ijazah Palsu Merusak Dunia Pendidikan

Ijazah Palsu Merusak Dunia Pendidikan

Kasus ijazah palsu kembali mencuat. Kali ini Bupati Flores Timur Yosep Lagadoni Herin melaporkan Sekretaris Daerah Flores Timur Anton Tonce Matutina kepada Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur di Kupang soal kepemilikan ijazah palsu yang bersangkutan saat mencalonkan diri jadi Sekda Flores Timur.

Guru besar Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof Dr Felisianus Sanga, MPd menilai, fenomena ijazah palsu yang dimiliki oknum pejabat saat ini, telah merusak dunia pendidikan yang mengajarkan nilai-nilai kebaikan dan budi pekerti kepada siapa pun yang lahir dari rahimnya.

“Jika sampai ada lembaga pendidikan yang mengeluarkan ijazah palsu kepada seseorang pejabat untuk sesuatu tujuan, maka hal itu sama dengan melakukan tindakan bunuh diri,” katanya, seperti dilansir Antara, Senin (27/6/2016).

Guru Besar Ilmu Komunikasi itu mengatakan, kepemilikan ijazah palsu merupakan ‘bunuh diri’ akademik yang merugikan nama baik oknum yang bersangkutan dan juga mencoreng nama baik institusi pendidikan yang mengeluarkan ijazah tersebut.

“Ijazah palsu itu merupakan ulah dari oknum mafia pendidikan, yang ingin mencari jalan pintas untuk mendapatkan sesuatu dari pejabat yang hendak memiliki ijzah dari lembaga pendidikan bersangkutan,” ujarnya.

Dia menyebut, oknum dari instansi pendidikan yang mengeluarkan ijazah palsu sudah kecolongan dalam menerapkan nilai-nilai pendidikan yang jujur dan profesional sehingga menurutnya oknum pemberi dan penerima bisa diproses secara hukum.

Ketika ditanyai terkait dugaan ijazah palsu yang terjadi di lingkungan birokrasi Kabupaten Flores Timur, ia menanggapi bahwa hal tersebut harus diselidiki secara cermat dan profesional untuk membuktikannya. Saat ini, Ombudsman RI Perwakilan Nusa Tenggara Timur sedang menyelidiki dugaan ijazah palsu Sekretaris Daerah (Sekda) Flores Timur Antonius Tonce Matutina yang bermula dari laporan Gerakan Rakyat Anti Korupsi (Gertak) Flores Timur.

“Tim investigasi sudah dibentuk pada Rabu (22/6) untuk menyelidiki keabsahan ijazah dalam dugaan palsu tersebut,” kata salah satu asisten Obudsman RI Perwakilan NTT Ola Mangu Kanisius.

Dia mengatakan, hasilnya baru bisa disampaikan setelah semua proses investigasi selesai dilakukan oleh tim. Salah satu tahapannya ialah peninjauan langsung ke instansi perguruan tinggi yang terterah dalam ijazah tersebut.

“Tim akan melakukan pemeriksaan langsung ke perguruan tinggi Widyagama yang berlokasi di Malang, Jawa Timur. Jika memang hasil penyelidikan menunjukkan bahwa benar adanya ijazah palsu yang dimiliki oleh oknum birokrat tersebut, maka memang harus diproses hukum,” katanya.

Prof Felisianus Sanga menilai jika terbukti adanya ijazah palsu maka hal ini menunjukkan keteledoran perekrutan pejabat birokrasi. “Instansi atau pihak yang merekrut pejabat birokrat tersebut juga bisa bermasalah karena melakukan keteledoran sebab ijazah merupakan salah satu syarat untuk pengangkatan jabatan,” katanya.

Terlepas dari itu, kata dia, ijazah palsu menunjukkan kemunduran dunia pendidikan kita sehingga harus menjadi perhatian serius dari pemerintah. “Adanya ijazah palsu sudah melukai pendidikan kita yang sebenarnya mengedepankan nilai-nilai kejujuran dan profesionalisme,” katanya.

Menurut dia, kasus ijazah palsu sudah menjadi fenomena dunia pendidikan yang terjadi di mana-mana tidak hanya di NTT, sehingga perlu adanya penegakan hukum yang tegas dari pemerintah terhadap oknum yang melakukannya.

“Jika kita ingin membangun kualitas pendidikan kita secara kompetitif dan kredibel, maka kasus ijazah palsu itu harus diakhiri dan menghukum oknum yang memberi dan menggunakan ijazah tersebut,” katanya.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/06/27/65/1426575/ijazah-palsu-merusak-dunia-pendidikan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *