Home » News » Madura Institute temukan indikasi UN tak jujur

Madura Institute temukan indikasi UN tak jujur

Madura Institute, yakni yayasan sosial yang bergerak dalam bidang pengembangan pendidikan dan penelitian di Pulau Madura, menemukan adanya indikasi tidak jujur pada pelaksanaan ujian nasional kali ini. Koordinator Pengawas Madura Institute Faridi, M.Si, di Pamekasan, Senin menjelaskan, indikasi ketidak jujuran dalam pelaksanaan UN berdasarkan hasil survei dan kajian lembaga tersebut selama ini.

“Ada pernyataan dari pihak sekolah bahwa lembaganya akan merasa malu, apabila nilai ujian rendah, bahkan ada siswa yang tidak lulus,” katanya. Oleh karenanya, sekolah pada umumnya berlomba-lomba untuk membantu siswa peserta UN tersebut, agar mereka bisa lulus dengan nilai memuaskan. Caranya dengan memberitahu siswa sebagian jawaban dari naskah soal itu, agar mereka bisa lulus dengan nilai tinggi. Hal ini, kata Faridi, memang belum bisa dibuktikan, akan tetapi, bisa menjadi indikasi bahwa titik tekan pelaksaan ujian bukan pada kejujuran, akan tetapi rasa gengsi lembaga pendidikan, apabila ada siswa yang lulus UN.

Faridi yang juga dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Pamekasan ini lebih lanjut, meminta, agar kedepan unsur hendaknya diutamakan. Sebab, jika kecurangan yang dipraktikkan, nantinya, siswa akan bermasalah apabila ingin masuk dalam seleksi perguruan tinggi negeri. “Karena seleksi masuk perguruan tinggi negeri itu kan benar-benar mandiri. Sehingga kualitas personal calon mahasiswa, akan diketahui,” katanya. Bupati Pamekasan Achmad Syafii saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) pada pelaksanaan ujian nasional tingkat SMP dan yang sederajat, Senin (9/5) menyatakan, kejujuran memang unsur utama dalam membentuk karakter anak didik yang bermartabat.

“Sejak UN pelaksanaan UN tingkat SMA dan yang sedejat, kami sudah sering menyampaikan hal ini kepada pengelola pendidikan, baik pada guru, maupun pada dinas pendidikan,” katanya. Sidak UN Pada pelaksaan UN tingkat SMP dan yang sederajat kali ini, bupati melakukan sidak ke dua lembaga pendidikan, yakni Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Sumber Bungur Pamekasan dan SMP Negeri Pakong.

Bupati melakukan sidak didampingi pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Moh Tarsun, Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Juhedi, Kabag Humas Listidjanto Joko Trisulo, dan perwakilan polres, kodim, pengadilan negeri dan Kejaksaan Negeri Pamekasan. “Alhamdulillah, pelaksanaan berjalan lancar, dan kami berharap hal seperti ini akan berlangsung hingga akhir ujian,” katanya.

Sumber : http://www.antaranews.com/berita/559654/madura-institute-temukan-indikasi-un-tak-jujur

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *