Home » News » Prodi Kampus Perlu Disesuaikan Kebutuhan Industri

Prodi Kampus Perlu Disesuaikan Kebutuhan Industri

Banyak sarjana menjalani profesi yang tidak sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Sebaliknya, ada juga mahasiswa di jurusan tertentu yang kesulitan mendapat kesempatan kerja.

Melihat feomena tersebut, perlu ada grand design yang bisa menggambarkan kebutuhan dunia kerja atas lulusan perguruan tinggi untuk mengisi berbagai posisi yang mereka tawarkan.

Dengan begitu, para lulusan perguruan tinggi pun bisa terserap sesuai kebutuhan.

Dirjen Sumber Daya Iptek dan Dikti, Ali Ghufron Mukti mengingatkan agar perguruan tinggi jangan sampai membuat program studi (prodi) tanpa arah jelas.

“Apalagi sekarang masanya orangtua bingung mencarikan sekolah untuk anak-anak mereka. Karena itu perlu grand design sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) yang ada bisa disiapkan sesuai dengan kebutuhan dunia industri,” ungkapnya di Gedung Dikti, belum lama ini.

Ghufron memaparkan, grand design tersebut memperlihatkan berapa kebutuhan SDM dalam bidang tertentu serta kompetensi apa saja yang harus mereka miliki. Jika kebutuhnnya banyak, maka bisa dipersiapkan perguruan tinggi melalui prodi yang sesuai.

“Jadi misalnya SDM Iptek indonesia itu harus seperti apa, butuhnya berapa,” jelasnya.

Ketua presidium negara-negara berkembang seluruh dunia [ada Global Health Workforce Alliance ini melihat, salah satu SDM yang akan banyak dibutuhkan pada 2030 yakni di bidang kesehatan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pun sudah membuat desain untuk menyiapkan kebutuhan tersebut.

Kebutuhan akan tenaga kesehatan, kata Ghufron, juga berkaitan dengan peran institusi baik dari kementerian maupun pendidikan seperti perguruan tinggi agar bisa menghasilkan tenaga-tenaga handal dalam bidang kesehatan. Perlu adanya inovasi yang dilakukan demi memenuhi kebutuhan SDM bidang kesehatan tersebut.

“Ini kaitannya bukan saja Indonesia tapi juga dunia. Seperti beberapa waktu lalu di Afrika terdapat kasus Ebola, karena ketidaksiapan tenaga kesehatan yang ada, akhirnya banyak korban meninggal, hal itu juga berdampak pada perekonomian negara,” ucapnya.

Menurut Ghufron, kebutuhan pada SDM kesehatan menjadi peluang bagi masyarakat. Artinya, akan ada banyak lapangan pekerjaan di bidang kesehatan, seperti dokter, perawat atau bagian farmasi.

“Bukan hanya pada teknologi kesehatan, namun juga pada persiapan SDM di bidang kesehatan yang ada. Sehingga bisa memberikan pekerjaan yang layak,” tambahnya.

Sumber : http://news.okezone.com/read/2016/06/03/65/1405576/prodi-kampus-perlu-disesuaikan-kebutuhan-industri

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *